Pojok Baca untuk tingkatkan minat baca santri

DSC 0063web

Buku adalah jendela dunia”, pepatah ini tidak bisa dipungkiri kebenarannya. Bagaimana tidak? Di dalam buku banyak sekali pengetahuan-pengetahuan yang dapat mendorong manusia menjadi lebih baik. Membaca buku memberikan banyak pengetahuan, menambah wawasan, bahkan kita berinovasi untuk masa depan. Untuk mewujudkan hal tersebut, selain perpustakaan besar, santri Diniyyah Puteri juga membuat pojok baca mini yang berada di depan kelas.

           Pojok Baca dibuat agar menarik minat santri dalam membaca. Sehingga santri yang suka membaca namun berat untuk melangkahkan kaki ke perpustakaan, bisa langsung membaca di depan kelas. Buku-buku yang digunakan untuk mengisi pojok baca ini adalah buku sumbangan yang dikumpulkan dari seluruh santri, mahasiswi, guru, serta karyawan Diniyyah Puteri sendiri. Mulai dari buku cerita yang berbasis islami, inspirasi, motivasi, buku pengetahuan, dan buku-buku yang bermanfaat lainnya.

            “Kami sangat senang dengan adanya perpustakaan mini ini, karena kami bisa membaca kapanpun setelah proses pembelajaran tanpa harus susah payah ke perpustakaan terlebih dahulu. Setelah keluar dari kelas, kami bisa langsung duduk di kursi depan kelas dan membaca. Sehingga dengan ini pengetahuan kami terus bertambah”, tutur Susmanisa dan Fazila, santri MTs. DMP. (Bona Ligusti/Diniyyah News Reporter)

Kunjungan observasi Ihya As-Sunnah Tasikmalaya

DSC 0098web

Diniyyah Puteri mendapat kunjungan istimewa dari pimpinan dan para pendidik Ma'had Ihya As-Sunnah Tasikmalaya Jawa Barat. Kunjungan selama dua hari (9-10 Februari 2018) ini bermaksud melakukan observasi dan mengambil ilmu serta manfaat di Perguruan Diniyyah Puteri.

DSC 0071web


Ustadz Maman Suratman sebagai pimpinan Mahad Ihya As Sunnah menyatakan kekaguman dan ketertarikannya untuk mengetahui lebih banyak aktivitas yang dilakukan badan-badan otonom di Diniyyah Puteri. Kunjungan kemudian juga dilanjutkan ke Asrama, MI, dan RA Rahmah El Yunusiyyah. (Diniyyah Public Relation)

DSC 0120web

Guru Tandika dan Pelajar Shah Alam kunjungi Diniyyah Puteri

DSC 0206web

Kunjungan rombongan Komuniti Jejak Tarbiah dan Kepala Tandika Islam Little Caliph, Pelajar Integrated Islamic School Shah Alam Malaysia ke Diniyyah Puteri, pada hari Selasa 6 Februari 2018. Kunjungan ke sejumlah pondok pesantren di Padang Panjang ini adalah dalam rangka aktivitas "tapak tilas" perjuangan ulama Sumatera Barat yang diberi nama "Kembara HAMKA" dan dikuti oleh lebih dari 100 orang.Ibu Zizi menyambut langsung tamu dari Malaysia ini dan mempresentasikan tentang sejarah perjuangan Bunda Rahmah, alumni Diniyyah Puteri asal Malaysia, dan pentingnya kurikulum Quba sebagai sistem pendidikan tarbiyah dari play group sampai perguruan tinggi.

DSC 0213web


Rombongan kemudian diajak mengunjungi RA & Play Group Rahmah El Yunusiyyah. Sedangkan pelajar dari Integrated School Shah Alam diajak berkeliling sekolah ditemani beberapa santri MA KMI Diniyyah Puteri. Mereka tampak senang karena mempunyai sahabat baru dari negeri jiran, mereka pun bertukar kontak untuk bisa berkomunikasi lebih lanjut. (Diniyyah/Public Relation)

Diniyyah Puteri mengelar Workshop Indonesia Main Sains

websiteDSC 0203

Sains”,mendengar kata ini beberapa orang langsung berpikir tentang rumitnya rumus-rumus. Banyak yang mengira kalau belajar sains itu sangat sulit. Ilmu sains memang terpaut dengan beberapa mata pelajaran yang membosankan dan sulit bagi sebagian orang seperti, Matematika, Kimia, Biologi dan Fisika. Tapi sebenarnya ilmu sains adalah hal yang menyenangkan untuk dipelajari. Bahkan belajar sains bisa sambil bermain.

Diniyyah Puteri baru-baru ini mengenalkan asyiknya belajar sains kepada siswa-siswa Sekolah Dasar se-Sumatera Baratdalam acara Workshop Science yang dilaksnakan pada Senin (22/1/2018). Kegiatan yang bertema “Indonesia Main Sains” ini dilaksanakan atas kerjasama salah satu unit Diniyyah Puteri yaitu Diniyyah Sains Centre (DSC) dengan  Rumah Sains Ilma yang berpusat di Pamulang, Tangerang.

websiteDSC 0184

Kegiatan yang bertempat di Aula Zainuddin Labay El Yunusiy ini mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini dinarasumberi langsung oleh salah satu tokoh sains Indonesia yaitu A. Muzi Marpaung bersama tiga orang timnya. Sekolah yang mengikuti kegiatan ini boleh mengutus sebanyak tiga orang siswa dengan satu orang guru pendamping.

“Mengenalkan sains kepada siswa-siswa sekaligus memberikan inspirasi kepada guru mengenai belajar sains yang asyik dan menarik merupakan target utama dari kegiatan ini. Salah satu rangkaian acara adalah melakukan percobaan sains yang dibimbing langsung oleh narasumber selama dua jam. Peserta yang berjumlah 182orang ini dikenakan registrasi 25.000/orang,” ucap Yudya Azzahri S.Pd selaku panitia acara saat ditemui di kantor DSC.

Nabila Zoraya dan Sucia Febrawati, Guru MI Diniyyah Puteri, mengatakan bahwa mereka sangat mengapresiasi acara ini karena acara ini sangat luar biasa. Selama ini mengenal pelajaran sains itu hanya dengan rumus-rumus dan anak-anak merasa rumit dengan banyaknya rumus yang diajarkan. Tapi di kegiatan ini diajarkan bagaimana caranya mengajarkan sains itu dengan asyik sekaligus bermain. Dalam setiap permainan itu terdapat ilmu sains.(Rahmi Yulianti/Diniyyah News Reporter)

You are here: Home News and Events