Diniyyah Puteri belajar Riset terbaru tentang Neurologi dan Perkembangan Otak di Jepang

21557495 1843269949018206 1702491104417115652 n

Dalam agenda kunjungan ke Brain Science Ikenohata Research, JEPANG , Ibu Zizi bersama Ibu Laili Ramadani dan Ibu Yessi Oktora sedang fokus menyimak presentasi dari Mr. Tomoki Fukai, PhD tentang Neural Sirkuits Theory, dan dari Mr. Thomas Laurey, PhD tentang Synaptic Molecules of Memory Persistence. Salah satu tujuan utama study tour ke Jepang adalah untuk mempelajari hasil riset tentang Otak dan Neurologi (Ilmu tentang saraf) yang terbaru dari sejumlah ilmuwan terkemuka di negara Sakura itu. 

Hasil riset ini dinilai penting untuk mengetahui sejauhmana kerja dan perkembangan otak serta pancaindera dikaitkan dengan prilaku dan aktivitas belajar-mengajar. Dibandingkan dengan sistem pendidikan saat ini yang umumnya berkonsentrasi pada aspek/domain "kognitif" dari anak didik saja, kurikulum QUBA (Qur'an-Sunnah-Brain-Attitude) menekankan pada seluruh domain dari perkembangan otak manusia selama proses tumbuh kembang anak didik. 

Penerapan Kurikulum QUBA dalam sistem pendidikan Perguruan Diniyyah Puteri ini dijalankan cara pendekatan Neuroscience dan evaluasi santri berdasarkan 29 Domain.
Untuk itulah, banyak ilmu dan pelajaran yang didapat Diniyyah Puteri dari kunjungan ke Brain Science Ikenohata Research ini.

Setelah  berkunjung dan kuliah singkat di Riken Brain Institute (Brain Science Ikenohata Research)-Tokyo tersebut, besoknya rombongan kemudian berkunjung dan belajar singkat ke CiNET (Centre For Information Neural Networks), yang menjadi pusat penelitian otak manusia di Osaka-Jepang. 
Ada tiga kuliah singkat di CiNet ini, yaitu pertama, kuliah singkat bersama Dr. Yamagishi tentang "Attention". Attention ini sangat berpengaruh terhadap Perception, Performance and Memory. Kedua, kuliah bersama Dr. Akiko Calland tentang "Auditory Spatial Processing", di mana ia sangat konsen dalam Penelitian Otak Pusat Pendengaran. Beliau mempresentasikan berbagai hasil penelitiannya tentang "Listening Skills". Dan ketiga, kuliah bersama Prof. Norio Fujimaki , Ph.D. seorang ahli MRI and MEG di CiNET yang sudah terkenal.

21728298 1846419622036572 4877994492666087007 n2

Di CiNet, kita dapat melihat penggunaan alat canggih bernama MRI and MEG untuk mengetahui kondisi otak manusia dan aktivitasnya sampai ke jaringan Synaps dan Meylinnya. 
Dengan alat scanning magnetis ini, kita bisa mengetahui gambar otak tentang apa yang sedang dipikirkan. 
Begitu juga tentang apa yang terjadi pada jaringan otak dan syaraf ketika kita melakukan suatu tindakan, sedang tidur, ataupun ketika kita berprilaku yang baik-baik maupun buruk.
Andaikan di Indonesia, kita sudah memiliki alat scanning yang dapat mengetahui aktivitas otak manusia ini, maka ketika terjadi suatu prilaku dan tindakan yang negatif di masyarakat mungkin dengan cepat kita bisa menentukan jenis program pendidikan yang tepat untuk memperbaikinya. (Public Relation/Diniyyah Puteri)

You are here: Home News and Events Diniyyah Puteri belajar Riset terbaru tentang Neurologi dan Perkembangan Otak di Jepang