|
|
Perempuan-perempuan Perkasa di Diniyyah Puteri |
|
|
|
|
, di Upload oleh reynold
|
|
Saturday, 25 April 2009 |
Image perempuan itu lemah, cengeng, penangis, tidak ada tempat di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang. Justeru sebaliknya, anda akan terkejut bila seorang perempuan yang berdiri diatas pohon ketinggian 20 meter focus memandu peserta outbound untuk meluncur ke bawah dalam sesi outbound high impact yang bernama Flying Fox. Peran itulah yang dilakoni selama ini oleh Trainer Diniyyah Centre, Yenny Surahman saat membantu santri atau peserta wanita meluncur lewat tali ke bawah.
Yenny Surachman tidak sendirian, ada teman satu timnya yang menggawangi tugas lain yang sama beratnya, yaitu Syafrini Fitri sebagai pemandu berjalan diatas dua tali (Two Line Brigde) diatas ketinggian 10 meter..
Keduanya berada diatas pohon tidak kurang enam jam lamanya, adalah aktivitas yang dilakoni mereka selama ini bila peserta outbound lebih didominasi oleh perempuan atau wanita. Ini adalah keputusan manajemen DTC yang memberikan porsi perhatian untuk menjaga kenyamanan peserta perempuan dalam mengikuti setiap sesi outbound bersama DTC..
Perempuan perkasa lainnya, adalah Helmina. Penjaga gawang Wargame, sebuah permainan yang tingkat kecelakaannya besar bila salah sasaran. Wargame adalah permainan perang-perangan yang semua senjatanya mirip seperti asli. Hanya saja senjata itu dibuat dari plastic dan mika.
Dalam permainan ini, melibatkan dua regu yang dilengkapi senjata perora gnya. Jenis senjata yang dipegang ada tipe bareta, pistol laras pendek, Ak 47, M-16, AK WB, MP 5 dan Magizine. Simulasi permainanya adalah kedua regu diminta untuk saling berebut benteng atau membebaskan sandera. Regu yang menang adalah regu yanh berhasil merebut benteng musuh dalam waktu singkat dan berhasil mengalahkan regu lawan. Aplikasi permainan ini adalah pada dunia marketing corporate. Klien yang telah mengikuti permainan ini Bangk Syariah Bukittinggi, PT Semen Padang, Yarsi Ibnu SInan Bukittinggi, dan PT Askes Cabang Padang .
Sisi kenyaman dan keamanan jelas dijamin,. Seba peserta diberikan rompi tubuh, baju loreng, kaca mata (google) dan sarung tangan. Otomatis seluruh tubuh ditutupi oleh baju seragam perang. Bagi Helmina, sebagai instruktur dan hakim garis, resiko yang ditanggung adalah, peluru nyasar yang bisa membuat pipi lecet, atau gigi bisa tanggal bila tidak hati-hati mengawasi permainan outbound training.
Perempuan perkasa lainnya adalah, Afni Sureni, yang bergerak di Video Editing dan layanan jasa shooting. Perempaun yang satu ini sebagai tim produksi yang menjadikan hasil kegiatan-kegiatan Perguruan Diniyyah Puteri termasuk training menjadi lebih hidup dan terdokumentasikan dengan baik melalui film bergerak. Seluruh rekaman kegiatan yang dishooting langsung ditanganinya hingga mencetak kover sekalipun dengan warna menarik adalah bidangnya. Iren, sapaan akrabnya adalah satu-satunya perempuan muslimah yang jago urusan ini di Lingkungan Perguruan Diniyyah Puteri. Sekarang telah membukukan 5000 keping CD diproduksinya, baik untuk santri maupun untuk tamu Perguruan.
Perempuan yang dibelakang meja, yang sibuk dengan pembacaan hasil kertas ujian siswa LJK) adalagi namanya, Hafiza Rahmi. Telah mencapai 130 rim kertas atau 500 lb kali 130 = 65. ribu lembar telah melakukan pembacaan soal ujian LJK setahun terakhi. Sekolah-sekolah yang tidak bisa ke Padang untuk mendapatkan hasil ujian siswa lewat lembaran HBO, mereka akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan Diniyyah Training Centre,yang sejak dua tahun terakhir sudah memiliki kemampuan analisa dan pembacaan soal kertas LJK (kertas Lembaran Jawaban komputer). Kegiatan ini ekstra hati-hati dan disertai analisa soal untuk pihak sekolah dan perangkingan jawaban siswa. Klien yang ditangani selama ini adalah SMUN 1 Padang Panjang, SMUN2 , MAN MTsN dan sekolah-sekolah lainnya.
Master Training, yang hari-harinya selalu mengisi Training Motivasi baik untuk santrinya maupun klien dari perusahaan atau instansi lain, tidak lain adalah Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri sendiri, Fauziah Fauzan, SE, Akt Msi. Jawara Training begitu istilah yang melekat bagi dirinya. Beliau satu-satunya tokh perempuan Sumatera Barat yang tidak dicatat sejarah kalau kepeduliannya dalam pembentukan karakter keislaman muslimah lewat training pengembangan diri yang diberikan, dilupakan oleh media massa. Tapi itu bukan masalah, figure yang satu ini, adalah perempuan multi skill dan multi bisa. Jago bahasa inggeris, hebat dalam manajemen, mengerti psikologi kendati latar belakangnya adalah Akuntansi, dan pintar desain grafis. Semua ilmu-ilmu itu selalu ditarnsfer kepada bawahannya dalam setiap kesempatan untuk bisa mengikuti skill apa yang telah dimilikinya.
Juragan bisnis yang menggerakkan roda usaha Diniyyah Puteri, masih ditangan seorang perempuan muslimah, yang bernama Mutmar Yenny Daimis, SAg. Bergeraknya gerbong divisi usaha Diniyyah Puteri mulai dari percetakan El Yunusiyy Offset yang kini keteteran melayani banyaknya klien, Loundry, Cafetaria, dan mengelola penginapan atau wisma untuk tamu, mini market dan toko hingga foto kopi dan salon kecantikan untuk muslimah .adalah hasil racikan strateginya.
Yang setiap waktu selalu membagi diri untuk mendengarkan curhat santri dan membimbing mereka, dilakoni pula oleh Mimi Hidayah. Dialah manager Diniyyah Counceling Centre Diniyyah Puteri Padang Panjang. Kantornya berubah tempat menjadi arena diskusi soal potensi diri, tempat perencanaan karor masa depan karena banyak informasi beasiswa dan studi keluar negeri disediakan disini. Tidak hanya santri saja yang konultasi, orang tua pun boleh melakuakn hal yang sama. Tidak tanggung, pelatih Badminton Malaysia Dato' Misbun Sidek, yang memiliki anak sekolah di Diniyyah Puteri ikut nimbrung konsultasi psikologi.
Perempuan lain yang menyusul adalah kepala Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Rahmah El Yunusiyyah yang sukses membawa prestasi sebagai MI berprestasi tingkat satu Sumatera Barat dan juara tiga tingkat nasional. Master Agama ini sekarang dinobatkan menjadi kepala KMI (Kuliyyatul Mualimat el Islamiyah ) tingkat SMA. Kini dirinya bermimpi untuk mengulang kesuksesan yang sama.
Senior yang punya perhatian dan bak orang tua yang peduli dengan karyawan , adalah Meuthia Nilda. Dia adalah guru senior yang punya banyak pengalaman di Diniyyah Puteri ini. Kini menjabat sebagai kepala bidang Pendidikan dan Pengajaran di Perguruan Diniyyah Puteri.
Tim selanjutnya adalah perempuan-perempuan penghafal alquran dari tim Diniyyah Tahfizul Quran, adalah ibu muslimah yang didadanya terhimpun Al Quran. Hastuti, Hamazah,Ngatini, Mumtaz, dan Evi . Inilah pemandu/mentor yang akan mengajak dan mengevaluasi hafalan quran santri.
Kepala Bidang Personalia yang merangkap kepala keuangan Perguruan Desi Nofita. Inilah pejabat yang memonitor karyawan/wati untuk selalu berprestasi dalm kerja mereka . Terakhir Kepala Taman Kanak Rahmah el Yunusiyyah, Farida Hanim. Penjaga gawang bergeraknya taman Kanak-kanak Rahmah El Yunusiyyah Diniyyah Puteri.
Pejuang muslimah itu kini sedang diperankan oleh Diniyyah Puteri Padang Panjang dengan segala atribut dan fasilitas yang dimilikinya. Segala model kebaikan dan peran itu yang akan ditransfer kepada santri-santri mereka untuk menconbtai Allah, rasul dan agamanya. Selamat berjuang wahai saudaraiku, kami tunggu kiprah mu untuk melahirkan kembali generasi muslimah harapan itu; para Rahmah El Yunusiyyah abad 21 yang sukses dunia –sukses akhirat.
|
|
|
|