|
|
PEMPROV KHILAF TERHADAP DINIYYAH PUTERI |
|
|
|
|
, di Upload oleh reynold
|
|
Tuesday, 04 November 2008 |
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat mengaku khilaf, terlupa memberikan perhatian dan bantuan kepada Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, terutama terkait dengan pengalokasian dana bantuan lewat APBD.
"Kami mohon maaf untuk hal ini. Pemprov Sumbar merasa risih karena pemerintah negara-negara sahabat, terutama Malaysia, Mesir dan Arab Saudi selalu memberikan bantuan, baik dalam bentuk finansial maupun promosi pada sekolah yang menjadi aset penting Sumbar ini," ujar Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumbar, H. Sinang Subekti, sesaat menjelang membacakan sambutan Gubernur Sumbar H. Gamawan Fauzi, pada resepsi Milad 85 Tahun Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sabtu (2/11), di Padang Panjang.
Terkait dengan itu, Sinang berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan DPRD Sumbar, untuk bisa memasukkan alokasi anggaran bantuan untuk Diniyyah Puteri lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumbar. Di samping itu, Sinang juga meminta jajaran terkait di Sumbar, pemerintah kota dan kabupaten agar berpartisipasi mempromosikan Diniyyah Puteri.
Walikota Padang H. Fauzi Bahar selaku ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APKSI) Sumbar yang hadir pada kesempatan itu, diminta pula oleh Sinang memberi bantuan sepenuhnya pada pengembangan lembaga pendidikan yang bertekad untuk mewujudkan muslimah sejati tersebut.
"Kalau selama ini banyak di antara kita mengagung-agungkan pesantren di luar Sumatra, maka kinilah saatnya kita untuk membangun, mempromosikan dan mengembangkan Diniyyah Puteri secara bersama-sama. Ternyata, perguruan ini tidak kalau bila dibandingkan dengan lembaga sejenis di luar Sumatra," kata Sinang.
Menurut pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan, SE, Akt, M.Si, pihaknya tidak pernah berhenti untuk melakukan inovasi-inovasi. Fauziah beralasan, tanpa inovasi, maka sebuah lembaga akan jadi ketinggalan zaman dan ditinggalkan peminat. Beragam pembaharuan yang dilakukan beberapa tahun belakangan, terbukti kini telah membuahkan hasil. Kepercayaan para orang tua untuk menjadikan Diniyyah Puteri sebagai wadah pendidik puteri mereka, kini tumbuh dan terus berkembang.
Dikatakan, kini Perguruan Diniyyah Puteri mengasuh Taman Kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah yang berpestasi nasional, Diniyyah Menengah Pertama (DMP) dan Kulliyatul Muallimat el-Islamiyah (KMI) yang tengah berjuang menuju sekolah internasional, serta Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Khusus STIT, katanya, dirancang tidak hanya sekedar menghasilkan sarjana pendidikan Islam sekedar mengajar di depan kelas, tetapi juga dipersiapkan sebagai menejer Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan profesional, tim trainer untuk beragam pelatihan pengembangan SDM.
Penentu peradaban
Sementara itu, staf ahli Menteri Agama bidang Hubungan Antar Lembaga, Dr. Nurhayati Jamal menyatakan, Diniyyah Puteri dituntut untuk bisa menjadi penentu peradaban (trendsetter). "Jangan mau jadi pengguna, tapi jadilah penentu," ujarnya.
Menurut Nurhayati, agar bisa mewarnai peradaban, dibutuhkan dinamisasi gerakan. Apa yang dilakukan Diniyyah Puteri dengan menghadirkan lembaga-lembaga baru yang dibutuhkan umat, jelas menjadi prestasi yang jarang bisa diraih oleh pondok pesantren. Nurhayati sendiri mengaku salut dengan hadirnya Diniyyah Counceling Center (DCC) sebagai format lain pengabdian kepada masyarakat modern yang cendrung menghadapi masalah-masalah psikologis.
Prof. Dr. Badar Muhammad Rasyid dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Arab Saudi (LIPIA) pun menyatakan kesalutannya atas tekad pengelola Diniyyah Puteri untuk mencetak generasi muslimah yang akan menentukan arah peradaban manusia ke depan. Terkait dengan itu, lembaga yang dipimpinnya akan memberikan bantuan sepenuhnya kepada Diniyyah Puteri untuk mewujudkan niat terbaik terbaik itu. "Kami akan berikan beasiswa kepada santri yang berpestasi," kata Badar.
Resepsi Milad 85 Tahun Diniyyah Puteri juga dihadiri budayawan nasional Taufik Ismail, Walikota Padang H. Fauzi Bahar, Wakil Walikota Padang Panjang Ir. H. Edwin, SP, Wakil Ketua DPRD Padang Panjang Fathoni Rasyid dan sejumlah pemuka masyarakat di kota berjuluk Serambi Mekah itu.
|
|
|
|