Belum terdaftar ?


 
Membedah Kegagalan Pesantren Dalam Menjaga Citranya PDF Cetak E-mail
Sunday, 06 January 2008

Author : Ahmad Rifa’i, SP

Memasuki abad berteknologi tinggi,  yang ditandai dengan  sarat perubahan perdetik, sepertinya telah menengelamkan banyak lembaga yang tidak sudi melakukan penyesuaian diri. Tak terkecuali lembaga pendidikan pesantren masa lalu yang kini masih eksis, kendati nafasnya hampir habis, tetap berupaya bertahan dengan segala kekuatan yang ada.  Apa daya, kini satu persatu, lembaga pesantren yang dikenal diawal abad 19 di Padang Panjang  mulai berguguran laksana daun kering dimusim kemarau.  


Memang benar, Pesantren hari di Sumatera Barat secara umum-meminjam istilah Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan- Almarhum secara perlahan tapi pasti. Dan ini merupakan pukulan telak terhadap keberlangsungan program cetak biru para calon ustaz dan tokoh dari pesantren akan berakhir masanya. 


Membedah persoalan apa yang terjadi di Pesantren tersebut, kita harus lebih terbuka terhadap kelemahan dan kegagalan yang dialami. Sebagai shearing idea, kita akan bertanya;  prestasi apakah yang telah  menonjol ditorehkan Pesantren di kota Serambi Mekah sejak tiga tahun terakhir ?  Pertanyaan lain juga diajukan,  :apakah pesantren  telah dijadikan sebagai tempat pendidikan utama bagi semua orang tua di Sumatera Barat untuk menyekolahkan anaknya ke Pesantren,  atau justeru sebaliknya menjadi  pelarian bagi anak-anak mereka yang bermasalah?



Boleh jadi, penyebab  penampilan pesantren biasa-bisa saja, tanpa ada perubahan sama sekali dari tahun ketahun,  karena dilatarbelakangi oleh pola pikir picik pandang pelakunya.  Tak jarang pada posisi ini pula mereka  tak lebih seperti katak dibawah tempurung;menganggap diri hebat dari yang lain tanpa lupa membawa-bawa kebesaran masa lalunya., tapi miskin prestasi. Bahkan namanya pun kian redup secara permanen.  Parahnya ketika kemapanan ”piciuk pandang’ itu dijalani, segala inovasi, penjagaan citra  prestasi pesantren dan pembelajaran  pesantren kearah metode baru sengaja dikesampingkan.  Padahal kesuksesan instansi atau  individu dalam berbagai kompetisi  dimana pun di dunia ini  adalah  buah keberhasilan dari proses evaluasi berkala yang diterapkan secara serius. Disamping itu,  prinsip hidup belajar tiada henti  juga ditanamkan untuk menjaga kejayaan itu supaya tidak sirna.  Itu juga menjadi cara lain bagaimana mengelola kesalahan yang dieliminir untuk meraih  kesuksesan masa depan.   Istilah kerennya  adalah prinsip ” Inovasi tiada henti”.  


Relevan dengan konteks sekarang,  zaman yang kita jalani sesungguhnya  tidaklah sama dengan  zaman permulaan pendidikan pesantren di awal abad 1900-an.  Paling tidak, ada tiga perbedaan kontras antara keberadan pesantren masa lalu dengan masa sekarang,dengan pembandingnya  sekolah-sekolah unggulan negeri yang terus memperbaiki diri.  Yaitu, Motif, metode belajar dan mengajar serta perangkat pembelajaran.


Pertama Motif.
dulu, anak-anak dikirimkan ke pesantren tiada lain untuk dibina menjadi calon ustadz-ustadzah yang diharapkan akan  mengembangkan syiar islam di kampung halaman masing-masing. Sedangkan hari ini, motif pengiriman anak-anak tak lebih sebagai tempat pelarian dan pilihan terakhir dari semua pilihannya. Kadang juga bagi orang tuanya, pesantren   sebagai harapan  tempat   mengubah perilaku  akhlak anaknya yang sangat berandal itu agar berubah dipesantren.


Kedua,  metode belajar di dunia pendidikan umum, selalu  mengalami perubahan kearah dinamisasi pengajaran; apakah metode training atau sejenisnya yang belakang diadopsi dan kembangkan seperti metode Pumping Teacher, dan Quantum Teaching untuk para guru, juga  Quantum learning untuk para murid. Sebaliknya,pesantren tetap bertahan dengan pola pengajaran tradisionalnya.  Mandek, kaku, tidak diminati  dan selalu ketinggalan.

 

Terakhir   perangkat pembelajaran seperti sarana pendukung dalam mengajar kian hari kian  canggih. Yakni memakai Lcd, Laptop dan OHP.  Guru dalam melakukan transfer ilmu  cukup dengan ujung jari, maka slide –slide materi terpampang di layar. Didukung dengan soundsystem dan  film pembelajaran.Jadi belajar , dengan multi media, semakin menarik bagi siswa. Semoga, Stakeholder pesantren mulai introspeksi diri untuk mendulang kejayaan msa depannya. Amiin.

 


Comments (5)Add Comment
0
IDA FARIDA
November 08, 2008
125.160.235.72
Votes: +0
...

duh, gimana sech
buwat moderator atau administrator...itu Ibu Fauziah Fauzan kenapa di beri embel-embel almarhum padahal beliau dan anggota keluarga dalam keadaan sehat. bukan hanya penulis, pemuat berita juga harus berhati-hati dalam memberikan informasi kepada masyarakat karena situs ini pastinya bukan untuk memperpanjang daftar situs2 gosip dunia maya tp untuk menginformasikan perkembangan terkini dininyyah puteri padang panjanga ataoooo mendingan dipake buat nampung gosip aja ya, biar bisa lebih menarik lebih banyak audience..betul ga say...

0
egydia andrita
May 07, 2009
125.165.178.138
Votes: +0
...

*cuma ada satu kalimat yang bisa aku ucapin buat diniyyah

diniyyah puteri memang the best

0
inen sayamsoe
May 28, 2009
114.59.117.253
Votes: +0
...

Melihat perkembangan dibidang pembangunannya saya salut dengan pengurus yang telah berusaha untuk menyamakan Diniyyah puteri dengan pesantren moderen lainnya apalagi jika dibandingkan dengan waktu 35 tahun yang lalu disaat saya belajar disana. Apalagi dengan adanya unit usaha yang sepertinya membantu santri dalam mempermudah pekerjaan di asarama. Adapun yang menjadi pertanyaan saya, apakah keadaan di asrama saat ini sudah banyak memberikan kemudahan seperti adanya laundry, restaurant hingga santri tak perlu mencuci dan antri mendapatkan makanan seperti yang saya alami dulu?
Sebagai alumni saya saluuut pada ibu Fauziah Fauzan yang berusaha menyeimbangkan pendidikan dunia dan akhirat seperti yang terlihat pada brosur dimana seorang santri dengan menggunakan busana tertutup rapi memegang Al-Qur'an dan laptop di tangannya. Teruslah berjuang adikku, kami bangga dengan kemajuan yang telah dicapai. Tapi jangan cepat berpuas diri dunia berkembang dengan cepat, semoga kita dapat mengikuti perkembangan dunia ilmu pengetahuan dengan mengkombinasikannya dengan ajaran dari Al-Qur'an sehingga kita mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiiiin.

0
anggia stephani
November 06, 2009
125.161.171.132
Votes: +0
...

pengen ngucapin ama diniyyah, and moga tetap jaya...dan buat diniyyah miss u so much

khusus buat bu zizi, love u bunda..

0
nur aini
May 19, 2010
222.124.198.172
Votes: +0
...

asslm, sy bu nur aini, slh st wl sntri, sy salut sklgs sdh dgn dp. angkt jempl dlm byk
hal, tp dlm bbrp hal dp hrs berbnh diri. pimpinan yg sdh ok, sistem/aturn yg sdh cukup baik, akan sia-sia bila tdk di support oleh sdm2 yg tdk hndk mengabdi di dp. cukup byk keganjiln sdmnya, ada apa? mungkin rekrutmen yg slh ambil? kesejhtraan? atau lainnya? kalau boleh sy beranalog, dasar pnddkn diawali dari rmh,kalo pddikn di pondok pesantren rmhnya ya di asrama. ada apa dgn asrama? mhn berbenah dgn asrama. kedua komunikasi ortu-sdm dp-santri sebaiknya jgn ptus, sebaiknya sistm kmnksi segitiga di dp direvisi, slma ini sgt lmh...itu dulu,tanpa mengurangi takzim sy pd sdm dp yg bersngguh2, wswrwb

Write comment
 
  smaller | bigger
 

busy
 
< Sebelumnya