Belum terdaftar ?


 
Diniyyah Puteri yang Kian Tacelak Bag. 1 PDF Cetak E-mail
, di Upload oleh reynold   
Sunday, 06 January 2008

(Kisah Sukses Kepemimpinan Fauziah Fauzan)

Oleh Ahmad Rifa’i,SP

Diniyyah Puteri (Diputi), kian tahun kian tacelak. Betapa tidak, sejak dibawah nakhoda Fauziah Fauzan (FF), perubahan demi perubahan semakin terasa menggelinding. Mulai pengeliminasian santri bermasalah sebanyak tiga ratus orang, hingga karyawan yang tak mencerminkan perilaku islami tak lupa  untuk digusur. Tujuannya jelas, sebagai langkah pertama untuk menata dan membangun kembali kehidupan pesantren seperti diawal berdirinya, yang ditandai dengan hawa  spritualitas  lebih hidup tanpa meninggalkan ciri peradaban modrennya.   Tentu saja langkah ini punya alasan mendasar, yaitu sebagai  sebuah pusat peradaban dan pembinaan ummat, seluruh unsur yang akan mengkandaskan visi dan misi pesantren  harus dibersihkan sesegeranya..

Memang sangat masuk akal, bila santri dan pegawai bermasalah,  keberadaan mereka  tetap dipertahankan, niscaya  akan menimbulkan masalah bagi  Diniyyah Puteri dikemudian hari.  Lantaran tidak ingin menanggung resiko itu, keputusan harus diterapkan. Walau FF sendiri mendapat kritikan tajam dari Profesor pendidikan salah satu Universitas ternama di kota Padang  yang tidak setuju dengan langkah itu.

Tapi apa boleh buat, untuk memoles kembali Diniyyah Puteri agar tampil sebagai pusat  pembinaan para calon uztadzah dan terdepan dalam menyebarkan dakwah,  FF maju dengan program eliminasi itu.  Ia pun  pantang mundur, kendati para karyawannya menolak. Ini adalah resiko keputusan seorang pemimpin.  Disaat bersamaan didukung oleh bawahan atau dikucilkan dalam lain kesempatan.  Tujuan  lain pembersihan ini  juga sebagai cara membersihkan opini-opini buruk tentang lingkungan pesantren yang lebih dikenal   kering dari ruhiyyah agama dan dakwahnya dari Stake holdernya. Agar  tidak  melekat ke Diniyyah Puteri, sebagaimana pesantren pada umumnya  di Indonesia yang sudah kehilangan ruh dakwahnya, pengamalan nilai agama sebagaimana Rasulullah ajarkan harus dipraktekkan pula secara bersama-sama disini.  Bukan teori melulu soal pengajaran agama tapi selaras  akan perkataan dengan perbuatan yang diwarnai dengan alquran dan hadist..

Jika ingin mengaca pesantren mana yang lebih hidup ruh dakwah dan agamanya, maka coba tengoklah pesantren Daarut Tauhid yang didirikan Aa’Gym di Bandung. Atau contoh paling dekat dengan Pesantren Ar Risalah, Lubuk Minturun Padang yang dinilai memiliki level yang sama dari sisi ruh dakwah dan agama yang dimiliki Usernya(pelaku) dengan model Darut Tauhid.

Didua pesantren itu, amaliah ibadah  dan pelayanan ummat dilakukan secara gencar oleh ustadz-ustadzah pesantren. Tidak hanya mereka mendidik santri secara standar Timur Tengah, di Arrsisalah juga  keberadaan para ustadz memang terasa bermanfaat kemasyarakat tanpa harus menunggu para santri menjadi ustazd terlebih dahulu, lalu berdakwah di daerah asalnya. Tapi tidak, disini( Daarut Tuhid dan Arrisalah), semuanya adalah agen dakwah yang tiap hari memperbaharui keimanan lewat aktivitas bersama antara uztadz dan santri, untuk qiraah alquran bersama yang kontinyu, shalat malam yang rutin dan pengajian petang minggu yang permanen. Disamping itu mereka rajin  menebar ilmu pencerahan jiwa kepada masyarakat dari seminar, mimbar dan sekolah..

Karena alasan itulah, FF ingin menghidupkan ruh dakwah di Perguruan Diniyyah Puteri. Sangat tepat  proses pegeliminasian santri dan karyawan bermasalah ditempuh. Sebab itulah  satu-satunya cara untuk  memperbaiki citra pesantren beserta citra  lulusan bermutu  ditengah masyarakat..   Bermula dari santri  dan karyawan yang sudi dibina dan berakhlak inilah, FF ingin menata kembali Perguruan Khusus Puteri tertua di dunia ini sebagai pesantren yang akan memproduksi para ustazdah-ustazdah terbaik yang berguna dimasyarakat nantinya.  Logikanya, mana mungkin telur busuk akan sukses disulap menjadi telur mata sapi yang enak  dimakan ?

Maka digulirkanlah  program pembinaaan akhlak dan ruhiyah santri, FF sengaja memasukkan format pelajaran menghafal Alquran kepada Santri di Madrasah Ibtidaiyah Rahmah El Yunusiyah dan di Asrama. Cara lain adalah menggelar training mingguan(mentoring agama islam), bulanan hingga triwulanan  dalam bentuk Outbond Training ysng dikelola satu lembaga tersendiri yang masih berada dibawah perguruan. Disini  santri dibina dengan fromulasi training pengembangan diri. Ini dilakukan secara simultan dan telah menjadi program tahunan Diniyyah Puteri.

Karena alasan membina karyawan, FF  sudi pula memboyong 90 orang karyawannya untuk belajar dan menimba ilmu ke pada Aa Gym di Bandung di awal tahun 2004.  Persoalan pembinaan karyawan walau waktu itu harus menghabiskan dana sebanyak 300 juta, FF tak pernah merasa terbebani dengan anggaran perguruan hanya untuk perbaikan mentalitas dan moralitas karyawan. Penulis juga tak bisa membayangkan, sekiranya, pimpinan itu adalah penulis sendiri, niscaya uang sebanyak itu tidak akan dikeluarkan kalau memang membebani anggaran.  Tapi, sekali lagi, ini adalah niat ikhlas dan demi dakwah  agar hidup, di pondok pesantren yang dipimpinnya. Melalui resep motivasi versi Aa Gym, karyawan mulai berubah sedikit demi sedikit.

Besarnya perhatian FF terhadap pengisian ulang (Charger) jiwa dan akal karyawan, hampir tiap bulan, Ia mendatangkan Trainer dari Jakarta untuk berbagi ilmu dengan bawahannya. Ini dilakukan supaya, karyawan tetap semangat bekerja dan dapat ilmu pengembangan diri.  Sepertinya dengan langkah training bulanan untuk karyawan ini, FF disamping memotifasi kerja, juga mencoba membawa alam berpikir orang Jakarta ke Padang Panjang, khususnya Diniyyah Puteri  agar terbuka derngan perubahan, suka dengan tantangan dan berinovasi.  Terakhir  trainer yang diundang adalah  Direktur Tustco Jakarta, BS Bowo,  untuk mentraining 300-an karyawannya.  Alangkah bahagianya para karyawan di Diniyyah Puteri yang mempunyai seorang pemimpin perguruan yang peduli dengan mereka.

Comments (1)Add Comment
0
meLLati
July 07, 2009
125.162.82.140
Votes: +0
...

hi pren2 ku yg ada di dienpoEt, pa kabar niccch?
moga tetap semangat teruZ ya...

kirim2 salam blh donk,
buat si eeng, vivin,miftah(tha, lanjtkn misimu,mesir menunggu, he he he), yuni,ami,elda, nadya,nina, ana, ningsih, fatma,riri, putri p, ya,,,,walaupn udh pndh see, dan smw anak 3 D (2007-200smilies/cool.gif, ingat lho , qta msh pncetak score kelulusan terbaik diEnPoet...
ohya, jgn lpa skli2 maen ke arrisalah ya..
ana fintizorikun

Write comment
 
  smaller | bigger
 

busy
 
< Sebelumnya   Sesudahnya >