|
Menteri Perindustrian RI Serahkan Bantuan Mesin Bordir Untuk Diniyyah Puteri “ Dalam rangka menghadapi semakin ketatnya persaingan dan guna meningkatkan mutu produk hasil industri kecil dan menengah, maka dirasa perlu pemerintah memberikan bantuan ”. Hal tersebut dikemukakan Menteri Perindustrian RI, Fahmi Idris dalam sambutannya usai menyerahkan sejumlah bantuan berupa mesin peralatan pengolahan industri kecil dan menengah untuk wilayah Sumbar di Wisma Indarung komplek PT. Semen Padang, Kamis (15/1).

Wawako Edwin berfoto bersama Menteri Perindustrian, Fahmi Idris dan jajaran serta sejumlah kepala daerah usai menerima bantuan mesin bordir untuk Diniyah Puteri, Kamis (15/1) di Wisma Indarung komplek PT. Semen Padang Sejumlah bantuan tersebut diberikan ke beberapa Kabupaten/Kota diantaranya Kota Padangpanjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman Kabupaten Tanah Datar dan PT. Semen Padang. Untuk kota Padang Panjang, bantuan mesin peralatan dari Departemen Perindustrian RI tersebut diberikan kepada Pondok Pesantren Diniyyah Puteri berupa mesin bordir yang langsung diterima Wakil Walikota, Ir. H. Edwin, Sp. Sementara itu Gubernur Sumbar dalam sambutannya diwakili Sekdaprof Asrul Muluk menegaskan bahwa sektor industri di wilayah Sumbar harus mampu berkembang seiring semakin kompetitifnya persaingan dari segi mutu, kualitas dan bentuk produk yang dihasilkan. “Sektor pemasaran menjadi hal utama bagi para pengelola industri, artinya, sebelum berproduksi, terlebih dahulu kita harus mencari lahan pemasarannya”, ujar Asrul. Lebih lanjut Asrul mengemukakan bahwa di propinsi Sumbar sendiri ada banyak terdapat pengusaha industri kecil dan menengah yang tersebar di masing-masing Kabupaten/Kota. Sebanyak 42.483 unit usaha industri kecil dengan sekitar 147 ribu orang serapan tenaga kerja dan 277 usaha menengah dengan 1500 orang lebih tenaga kerja. Selain Industri makanan ringan, industri bordir terbukti semakin berkembang di kota Padang Panjang dan telah berhasil menyentuh perekonomian masyarakat. Pada jenis hasil kerajinan usaha bordir ini dikatakan Asrul jelas terjadi persaingan yang sangat ketat. “Industri bordir akan bertarung terhadap mutu, kualitas dan disain bentuk produknya”, katanya. Menyikapi tingginya persaingan khususnya terhadap daya beli konsumen, para pelaku industri mulai dari industri kecil seperti industri rumah tangga hingga industri menengah yang menyerap tenaga kerja, harus peka dan menyiapkan strategi untuk pemantapan kualitas dan mutu produksinya. “Dengan adanya bantuan ini, kiranya bisa memotivasi peningkatan kualitas hasil produksi sehingga industri kecil menengah di Sumbar semakin berkembang”, himbau Asrul mengakhiri. *(Harry Sulistio)
|