hiking menyisir merapi

Hiking Menyisiri Merapi

 

Seorang anggota pramuka harus bisa hidup dalam kondisi keterbatasan sarana. Harus bvisa bertahan dalam kondisi susah dan disaat senang. orang-orang besar, yang menjadi tokoh bangsa, dilahirkan dalam kondisi bangsa yang dijajah. Dominan diantara tokoh itu bukanlah kalangan orang berada. Tetapi karena lingkungan telah menempa mereka,semua medan perjuangan, berhasil dilewati dengan ketabahan dan kesabaran.

Lanjutnya,Pengemblengan mental untuk membangun sikap tangguh, mandiri dan punya daya juang bagi generasi muda sekarang adanya di kegiatan pramuka.

Disana diajari hidup bersama, toleransi, saling menolong dan menghargai terlebih berlatih disiplin “Demikian ungkap Ahmad Rifa’I , Pembina yang didaulat membuka acara malam pengetesan Penegak Bantara dan Laksana, rabu, (22/6) di Perguruan Diniyyah Puteri.

 

Malam itu, pengetesan menjadi acara puncak, dimana para penegak di siding layaknya siding sarjana untuk mempertanggungjawabkan Buku Pramuka Gudep 01-007/01-008 Perguruan Diniyyah Puteri menyisiri pinggang Merapi , jumat ( 24/6) lalu. Kegiatan ini sebagai ujian akhir kenaikan tingkat Penegak Bantara dan Laksana serta penggalang Rakit dan Terap.

Sebelumnya, dua malam berturut-turut telah digelar pengetesan kenaikan tingkat untuk anggota Pramuka yang berjumlah 50 orang tersebut. Pengetesan dimulai dengan pelaksanan Kemping yang berlokasi di Lingkungan Perguruan Diniyyah Puteri, ditutup dengan hiking di Panarakan kampong Limo Nagari.

Selama kemping, anggota gudep melakukan aktivitas social di Lingkungan Sekolah khusus tersebut.