|
|
Monday, 23 March 2009 |
|
BERSUKUR Sukur, kata yang indah yang harus menjadi pegangan bagi setiap muslim, dengan sukur, hati yang berat akan terasa lapang, dan hal yang biasa, akan menjadi hal yang luar biasa indahnya, karena sekenario Allah tidak akan pernah salah. Berikut akan saya sampaikan sebuah kisah tentang indahnya kesukuran Alkisah hiduplah seorang raja di sebuah kerajaan. Raja tersebut memiliki seorang penasihat yang bijak. Pada suatu ketika sang raja berburu ke hutan. Ketika akan menebas binatang buruannya, tanpa sengaja jari kelingking raja tertebas oleh pedangnya sendiri. Raja kehilangan satu jarinya, jari kelingking. Raja tersebut meminta nasihat kepada penasihatnya “penasihat, aku telah kehilangan satu jariku, bagaimana caraku untuk menghadapi rakyatku karena memiliki raja yang tidak memiliki jari kelingking. Apakah aku harus memenggal semua jari kelingking rakyatku agar mereka semua tidak bisa menghinaku?”Tanya sang raja.“baginda yang terhormat, masih untung yang terpenggal hanya jari kelingking paduka, coba kalau yang tertebas adalah pergelangan tangan. Maka paduka akan kehilangan semua jari-jari paduka” jawab penasihat. “apa?! kurang ajar kau penasihat! Aku pilih kau sebagai penasihat, bukan mengajari aku! Jari kelingkingku hilang, kau masih mengatakan untung?! benar-benar sial kau penasihat!. Pengawal! Tangkap dan masukan ke penjara penasihatku ini. Biar dia memahami kesalahan-kesalahannya di dalam penjara” raja berkata dengan marahnya. Setelah berselang 3 bulan, sang raja kemudian kembali berburu kedalam hutan. Saat berburu kehutan ia ditemani oleh penasihatnya yang baru. Karena terlalu asik berburu, raja tidak menyadari bahwa ia dan penasihatnya telah jauh masuk ke dalam hutan dan tersesat. Dia tersesat masuk ke pedalaman. Yang dimana disana berdiam suatu suku yang masih ganas serta kanibal. Baru saja raja menyadari bahwa ia telah tersesat, tiba-tiba disekelilingnya telah berdiri puluhan orang anggota suku pedalaman yang terkenal ganas. Karena tidak memiliki lagi pengawal, sang raja dan penasihat barunya pasrah ditangkap oleh suku terasing. Mereka digiring kehadapan pemimpin suku. Sesampai dihadapan kepala suku, barulah sang raja mengerti bahwa suku tersebut, bukalah suku yang kanibal. Namun mereka memiliki kepercayaan untuk mengorbankan siapapun yang masuk kedalam hutan mereka. Maka dia harus menjadi persembahan bagi dewa mereka. Orang yang menjadi persembahan harus melompat kedalam api yang menyala. Kepala suku kanibal berkata “ kalian telah berani mengusik ketenangan kawasan kami. Semua yang masuk ke kawasan kami harus dikorbankan. Jika dia datang sendirian maka ia akan dijadikan persembahan, jika dia datang lebih dari satu orang, maka salah seorang harus dikorbankan, sedangkan yang lain akan kami lepaskan! Syarat yang kedua,orang yang akan dikorbankan tidak boleh cacat dan tidak boleh kehilangan salah satu anggota tubuhnya! Baik kepada seluruh pasukanku, silahkan kalian periksa calon persembahan kita. Apakah mereka masih lengkap anggota tubuhnya atau tidak?” perintah kepala suku kepada anggota-anggotannya. Pemeriksaan pertama dilakukan kepada sang raja. Raja didorong maju ke altar persembahan, dipaksa untuk terlentang dan seluruh tubuhnya diperiksa. Seorang anggota pasukan suku berteriak “paduka! Orang ini tidak dapat dikorbankan, jari kelingkingnya sudah tidak ada!” “lepaskan dia, lihat yang seorangnya lagi!” jawab kepala suku. Karena penasihat yang baru anggota tubuhnya masih lengkap, maka ia yang dikorbankan. Akhirnya sang raja dilepaskan dari keronbolan suku terasing tersebut. Dengan terburu-buru raja segera keluar dari hutan untuk menuju istananya. Sesampainya di istana, ia langsung memerintahkan kepada pengawal untuk membebaskan penasihat yang dulu dipenjarakannya. Ketika si penasihat sampai di hadapan sang raja, raja langsung berkata “engkau benar penasihat, seharusnya saya bersyukur karena tidak memiliki jari kelingking, karena saya cacatlah, maka saya masih bisa selamat”. Maka diceritakanlah kisahnya pada saat ditawan oleh suku kanibal pada penasihat. Mendengar cerita tersebut, si penasihat berteriak “ sukur yaa…paduka! Untung paduka memasukan saya ke penjara, terimakasih paduka!” Mengapa kamu berterimakasih kepadaku, padahal aku telah memasukan kamu ke penjara?” Tanya sang raja keheranan. Si penasihat menjawab “jika paduka tidak memenjarakan saya, sudah tentulah saya yang akan dikorbankan oleh suku kanibal tersebut”. Semoga kisah ini membawa manfaat bagi kita semua. Sangat penting kiranya kita menjadi ahli sukur. Bagi orang yang tidak biasa, nampaknya bersukur amatlah sulit, namun bagi orang yang terus belajar menggali hikmah, kesukuran akan senantiasa hadir dalam setiap episode kehidupannya. Allahu A’lam
|
|
|
|
Jumlah Anggota
 | 250 registered |
 | 0 hari ini |  | 4 minggu ini |  | 11 bulan ini |  | Terakhir: TyncUtinc |
Pengunjung Online
Saat ini terdapat 14 pengunjung online
Kunjungan ke :
| Today | 28 | | Yesterday | 24 | | Week | 161 | | Month | 331 | | All | 25461 |
|
|
|