Liputan Khusus Diniyyah Puteri (-Berita-4-)

Jamuan Makan Malam Bersama Undang Luak Rembau

Rabu malam,(20/7) rombongan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang dijamu makan malam oleh Dato’ Lela Maharaja Dato’Haji Muhamad Sharip Haji Othman, Undang Luak Rembau di Balai Lela Sedia atau di rumah Dinasnya.

Dalam kesempatan itu hadir para petinggi adat Rembau, seperti YM Dato’ Perba Haji Yahaya bin Abdul Ghani, Orang Besar Undang Luak Rembau, dan para Dato’ Lembaga. Turut juga hadir Pejabat Pelajaran Daerah Rembau (Dinas Pendidikan ), PIBG (Komite Sekolah), Bupati Rembau, YAB H. Matrawi Bin Baharum dan ayah-ibu angkat serta guru-guru dari sekolah angkat.

Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan SE, AKt, Msi dalam sambutannya mengucapkan rasa haru dan terima kasih kepada Undang Luak Rembau yang sudi mengundang rombongan Diniyyah Puteri untuk jamuan makan malam di rumahnya.

Menurutnya, kedatangan rombongan yang berjumlah 28 orang ini terdiri 11 guru dan 17 santri tingkat KMI (setingkat MAN) adalah untuk menambah ilmu baru baik tentang adat dan budaya Rembau Negeri Sembilan maupun tentang sistem belajar atau manajemen pendidikan.

Kehadiran para santri dan guru ditujukan untuk terlibat mengajar di sekolah-sekolah rendah yang telah dipilih PPDR (Diknas setempat). Baik mengajar Tahsinul Qur’an untuk siswa kelas 6 Sekolah Dasar maupun training motivasi untuk kalangan pelajar Menengah Pertama dan Menengah Atas, serta guru, dan orang tua siswa.

Dato’ Haji Muhamad Sharip Haji Othman, dalam sambutannya, turut merasa gembira dengan kedatangan saudara jauh dari Minangkabau ini. Harapannya, semoga kehadiran rombongan kian mempereratkan tali persaudaraan yang merupakan satu rumpun, satu agama, dan hanya saja selat Melaka yang memisahkan. “Kalau tidak ada selat Malaka, “ ucapnya, mungkin kita naik motosikal (sepeda motor) saja kesana dan kita sudah sampai di Sumatera, “ujarnya berkelakar sambil disambut tawa oleh hadirin yang hadir .

Malaysia, khususnya Rembau, ungkap Ketua Organisasi Undang Luak Rembau ini, sangat peduli menyimak setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia. “ Kalau datang berita bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi atau gunung meletus, kami pun bersedih, karena seolah kami turut ikut merasakan bencana itu.” Ujarnya dengan air mata berlinang sebagai tanda sayangnya pada bangsa Indonesia.

Undang Luak Rembau ke-21 ini, di malam itu turut menghimbau para pelajar atau santri Perguruan Diniyyah Puteri untuk terus giat belajar semoga ke depannya dapat memajukan dua Negara ini. Nasehat beliau yang tak kalah penting adalah kita sama-sama menjaga hubungan baik, agar tidak mudah dirusak oleh isu-isu yang membuat kita berpecah belah.”kalau kita bertengkar, orang lain pun senang” pungkasnya.

Dimalam itu, beliau di damping isteri Tok Puan Hj, Siti Ramalah Binti H.Yunus memberikan cendera mata berupa buku dan uang sebagai sebagai simbol persaudaraan kepada rombongan.

Dari rombongan Diniyyah Puteri juga sebaliknya memberikan tanda mata kepada Dato’ Lela Maharaja dan isteri beliau. Diakhir jamuan, rombongan diperkenankan foto bersama pemangku adat dan agama Luak Rembau itu sebagai kenang-kenangan. ( By Ahmad Rifa’i)